Konseling Behavioral

Tokoh dalam teopri ini antara lain D. Krumboltz, Carl E. Thoresen, Ray E. Hosfor , Bandura, Wolpe. Konsep behavioral mengutrakan perilaku manusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkresi kondisi-kondisi belajar. Pada dasarnya, proses konseling merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memecahkan masalahnya.

Thoresen (shertzer & Stone 1980, 188) memberikan ciri-ciri konseling behavioral sebagai berikut : Baca lebih lanjut

Iklan

Konseling Rational Emotive

Tokoh dalam teori ini adalah Albert Ellis yang dikenal dengan Rational Emotive Therapy (R.E.T). Salah satu teori utama mengenai kepribadian yang ditemukan oleh Albert Ellis dan para penganut Rational Emotive therapy dikenal dengan “Teori A-B-C-D-E). teori ini merupakan sentral dari teori dan praktek RET. Secara umu dijelaskan dalam bagan sebagai berikut : Baca lebih lanjut

Tipe Keperibadian Menurut Hippocrates

Lebih dari 400 tahun sebelum Masehi Hippocrates, seorang tabib dan ahli filsafat yang sangat pandai dari Yunani, mengemukakan suatu teori kepribadian yang mengatakan bahwa pada dasarnya ada empat tipe temperamen. Sebenarnya, ada beberapa teori mengenai macam-macam kepribadian. Teori yang paling popular dan terus dikembangkan adalah teori Hipocrates-Galenus. Yang merupakan pengembangan dari teori Empedokretus. Berdasarkan pemikirannya, ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang sangat penting di dalam tubuh manusia : Baca lebih lanjut

Remaja

Seringkali dengan gampang orang mendefinisikan remaja sebagai periode transisi antara masa anak-anak kemasa dewasa, atau
disebut juga usia belasan.

Definisi Remaja:

  1. Hurlock (1999: 206) menyatakan bahwa “Secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa”.
  2. Remaja merupakan peralihan antara masa kehidupan anak dan masa kehidupan orang dewasa. Bila ditinjau dari segi tubuhnya, mereka terlihat sudah dewasa tetapi jika mereka diperlakukan sebagai orang dewasa ternyata belum dapat menunjukkan sikap dewasa.
  3. adolescere (kata bendanya adolescentia yang berarti remaja primitive) yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Anak dianggap sudah dewasa bila sudah mampu mengadakan reproduksi. Istilah adolescence seperti yang digunakan saat ini mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, sosial dan fisik (Hurlock, 1999:206).
  4. Baca lebih lanjut

Gangguan Kepribadian Skizotipal (Schizotypal Personality Disorder)

Gangguan ini umumnya menjadi jelas saat awal masa dewasa. Diagnosis tersebut dikenakan pada orang yang mengalami kesulitan dalam membina hubungan dekat dan yang perilakunya, sikapnya, serta pola pikirnya aneh atau ganjil, namun tidak cukup terganggu untuk dapat didiagnosis skizofrenia.

Gangguan ini ditandai oleh bentuk-bentuk berpikir dan memahami dengan cara yang aneh, dan individu dengan gangguan ini sering mencari isolasi dari orang lain. Mereka kadang-kadang percaya untuk memiliki kemampuan indra yang ekstra atau kegiatan yang tidak berhubungan dengan mereka dalam beberapa cara penting. Mereka umumnya berperilaku eksentrik dan sulit berkonsentrasi untuk waktu yang lama. pidato mereka sering lebih rumit dan sulit untuk diikuti. Baca lebih lanjut

Gangguan Kepribadian Skizoid (Schizoid Personality Disorder)

Isolasi sosial adalah ciri utama dari gangguan ini. Sering kali digambarkan sebagai penyendiri atau eksentrik, orang dengan kepribadian skizoid kehilangan minat pada hubungan social. Emosi dari orang yang berkepribadian skizoid tampak dangkal atau tumpul, namun pada derajat yang lebih rendah disbanding skizofrenia. Orang dengan gangguan ini jarang mengalami marah, senang atau kebahagiaan yang mendalam. Mereka tampak jauh menjaga jarak. Wajah mereka cenderung tidak menampilkan ekspresi emosional, mereka jarang bertukar senyum, salam, atapun hanya sekedar anggukan kepala kepada orang lain. Mereka tampak tidak terpengaruh pada kritik atau pujian dan tampak terbungkus dalam ide-ide abstrak daripada dalam pikiran mengenai manusia. Pola kepribadian schizoid umumnya dapat dikenali saat masa awal dewasa. Pria yang menderita gangguan ini jarang berkencan dengan wanita atau menikah. Perempuan dengan gangguan ini cenderung menerima ajakan romantis secara pasif dan menikah, namun mereka jarang berinisiatif untuk membina hubungan atau untuk mengembangkan hubungan yang kuat dengan pasangan mereka. Baca lebih lanjut

Gangguan kepribadian Paranoid (Paranoid Personality Disorder)

Trait penentu dalam gangguan ini adalah perasaan curiga yang pervasive, kecenderungan untuk menginterpretasi perilaku orang lain sebagai hal yang mengancam atau merendahkan. Orang dengan gangguan ini sangat tidak percaya dengan orang lain, dan hubungan social mereka terganggu karenanya. Meski mereka mencurigai rekan kerja atau teman mereka atau atasan mereka, pada umumnya mereka tetap dapat bekerja. Orang yang memiliki gangguan paranoid cenderung terlalu sensitif terhadap kritikan, baik itu nyata maupun yang dibayangkan. Mereka paham pada ketidak hormatan baik itu kecil sekalipun. Mereka mudah marah dan tidak terima bila mereka pikir mereka telah diperlakukan dengan buruk. Selain itu mereka juga tidak percaya pada orang lain, selalu mempertanyakan ketulusan yang orang lain berikan, senyuman atau lirikan bisa ditanggapi dengan kecurigaan. Baca lebih lanjut