Gangguan Kepribadian Skizoid (Schizoid Personality Disorder)


Isolasi sosial adalah ciri utama dari gangguan ini. Sering kali digambarkan sebagai penyendiri atau eksentrik, orang dengan kepribadian skizoid kehilangan minat pada hubungan social. Emosi dari orang yang berkepribadian skizoid tampak dangkal atau tumpul, namun pada derajat yang lebih rendah disbanding skizofrenia. Orang dengan gangguan ini jarang mengalami marah, senang atau kebahagiaan yang mendalam. Mereka tampak jauh menjaga jarak. Wajah mereka cenderung tidak menampilkan ekspresi emosional, mereka jarang bertukar senyum, salam, atapun hanya sekedar anggukan kepala kepada orang lain. Mereka tampak tidak terpengaruh pada kritik atau pujian dan tampak terbungkus dalam ide-ide abstrak daripada dalam pikiran mengenai manusia. Pola kepribadian schizoid umumnya dapat dikenali saat masa awal dewasa. Pria yang menderita gangguan ini jarang berkencan dengan wanita atau menikah. Perempuan dengan gangguan ini cenderung menerima ajakan romantis secara pasif dan menikah, namun mereka jarang berinisiatif untuk membina hubungan atau untuk mengembangkan hubungan yang kuat dengan pasangan mereka.

Contoh Kasus :

John seorang pensiunan berusia 50tahun, mencari penanganan selama beberapa minggu setelah anjingnya tertabrak dan mati. John merasa sedih dan lelah. Ia menjadi sulit berkonssentrasi dan sulit tidur. Ia tinggal sendiri dan lebih senang sendirian, membatasi kontak dengan orang lain dan hanya mengatakan “halo” dan “apa kabar?” sambil terus berlalu. Ia merasa percakapan social hanya membuang-buang waktu dan merasa canggung bila ada prang lain yang mencoba membina persahabatan dengannya. Meski ia hobi membaca surat kabar dan tetap mengikuti perkembangan dari peristiwa terkini, ia tidak memiliki minat yang nyata terhadap manusia. Ia bekerja sebagai penjaga keamanan dan digambarkan rekan kerjanya sebagai “penyendiri” dan “ikan yang dingin”. Satu-satunya hubungan yang ia miliki adalah dengan anjingnya, kerena ia merasa dapat berbagi perasaan yang lebih sensitif dan lebih hangat daripada ia berbagi dengan orang lain. Saat natal ia akan bertukar kado dengan anjingnya, membeli hadiah untuk anjingnya dan membungkus sebotol scoth untuk dirinya sendiri sebagai hadiah dari binatang tersebut. Satu-satunya peristiwa yang membuatnya sedih adalah saat ia kehilangan anjingnya. Sebaliknya, kehilangan orang tua nya tidak mampu membangkitkan suatu respon emosional. Ia merasa dirinya berbeda dari orang lain dan bingung dengan adanya emosionalitas yang ia lihat pada orang lain.

Refrensi :

https://ewintri.wordpress.com

http://www.psychologytoday.com/conditions/paranoid-personality-disorder

Kaplan & Sadok. 1997. Sinopsis Psikiatri Jilid 2. Jakarta : Binarupa Aksara medlineplus dan mayoclinic

Nevid, Jeffrey S., Rathus, Spencer A., & Greene, Beverly. 2005. Psikologi Abnormal jilid 1. Jakarata : Erlangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s